Sebab Mulainya Persalinan dan Tahapan Persalinan

Sebab Mulainya Persalinan dan Tahapan Persalinan

Menurut Asrinah (2010:3) sebab-sebab mulainya persalinan meliputi:

1. Penurunan hormon progesteron

Pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun menjadikan otot rahim sensitif sehingga menimbulkan his.

2. Keregangan otot-otot

Otot rahim akan meregang dengan majunya kehamilan, oleh karena isinya bertambah maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan isinya atau mulai persalinan.

3. Peningkatan hormon oksitosin

Pada akhir kehamilan hormon oksitosin bertambah sehingga dapat menim¬bulkan his.

4. Pengaruh janin

Hypofise dan kelenjar suprarenal pada janin memegang peranan dalam proses persalinan, oleh karena itu pada anencepalus kehamilan lebih lama dari biasanya.

5. Teori Prostaglandin

Prostaglandin yang dihasilkan dari desidua meningkat saat umur kehamilan 15 minggu. Hasil percobaan menunjukan bahwa prostaglandin menimbul¬kan kontraksi myometrium pada setiap umur kehamilan.

6. Plasenta menjadi tua

Dengan tuanya kehamilan plasenta menjadi tua, Villi corialis mengalami perubahan sehingga kadar progesteron dan estrogen menurun.


Tahapan Persalinan

Menurut Prawirohardjo (1999:182) Tahapan persalinan dibagi menjadi 4 kala, yaitu:

1. Kala I Persalinan

Dimulai sejak adanya his yang teratur dan meningkat (frekuensi dan kekuat-anya) yang menyebabkan pembukaan, sampai serviks membuka lengkap (10cm). Kala I terdiri dari dua fase, yaitu fase laten dan fase aktif.

a. Fase laten

  1. Dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan pembukaan sampai pembukaan 3 cm.
  2. Pada umumnya berlangsung 8 jam.

b. Fase aktif, dibagi menjadi 3 fase, yaitu:

  1. Fase akselerasi
  2. Dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm menjadi 4 cm.
  3. Fase dilatasi maksimal
  4. Dalam waktu 2 jam pembukaan serviks berlangsung cepat dari 4 cm menjadi 9 cm.
  5. Fase deselerasi
  6. Pembukaan serviks menjadi lambat, dalam waktu 2 jam dari pem-bukaan 9 cm menjadi 10 cm.
Pada primipara, berlangsung selama 12 jam dan pada multipara sekitar 8 jam. Kecepatan pembukaan serviks 1 cm/jam (primipara) atau lebih dari 1 cm hingga 2 cm (multipara).

2. Kala II (dua) Persalinan

Persalinan Kala II dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi. Kala II juga disebut sebagai kala pengeluaran bayi. Tanda pasti Kala II (dua) ditentukan melalui pemeriksaan dalam yang hasilnya adalah:

  1. Pembukaan serviks telah lengkap (10cm), atau
  2. Terlihatnya bagian kepala bayi melalui introitus vagina

Proses kala II berlangsung 2 jam pada primipara dan 1 jam pada multipara. Dalam kondisi yang normal pada kala II kepala janin sudah masuk dalam dasar panggul, maka pada saat his dirasakan tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflek menimbulkan rasa mengedan. Wanita merasa adanya tekanan pada rektum dan seperti akan buang air besar. Kemudian perineum mulai menonjol dan melebar dengan membukanya anus. Labia mulai membuka dan tidak lama kemudian kepala janin tampak di vulva saat ada his. Jika dasar panggul sudah berelaksasi, kepala janin tidak masuk lagi diluar his. Dengan kekuatan his dan mengedan maksimal kepala dilahirkan dengan suboksiput dibawah simpisis dan dahi, muka, dagu melewati perineum. Setelah his istirahat sebentar, maka his akan mulai lagi untuk mengeluarkan anggota badan bayi.

3. Kala III (tiga) persalinan 

Persalinan kalla III dimulai segera setelah bayi lahir dan berakhir dengan lahirnya plasenta serta selaput ketuban yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit. Biasanya plasenta lepas dalam 6 sampai 15 menit setelah bayi lahir dan keluar spontan atau dengan tekanan dari fundus uteri (Prawirohardjo, 1999:185).

4. Kala IV (empat) Persalinan 

Kala IV persalinan dimulai setelah lahirnya plasenta sampai 2 jam post partum. 

Jika Hari Perkiraan Lahir Meleset? Moms Harus Tau apa itu Persalinan anjuran

Persalinan anjuran
Persalinan anjuran

Persalinan anjuran

Pada proses berjalannya persalinan, biasanya terdapat hal-hal yang membuat persalinan normal menjadi persalinan abnormal diantaranya partus lama. Partus lama yaitu fase laten lebih dari 8 jam, persalinan telah berlangsung 12 jam atau lebih bayi belum lahir dan dilatasi serviks di kanan garis waspada pada persalinan fase aktif (Saifuddin, 2005).

Persalinan anjuran adalah persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya tetapi baru berlangsung setelah pemecahan ketuban, pemberian oksitosin atau prostaglandin.

Persalinan Anjuran adalah persalinan yang baru dapat berlangsung setelah permulaannya dianjurkan dengan suatu perbuatan atau tindakan. Misalnya : dengan pemecahan ketuban atau dengan memberi suntikan pitocin, sintosinon.

Mungkin anda juga tertarik dengan artikel berikut ini : Mengenal Apa Itu Persalinan Buatan, Moms Jaman Now Harus Tau

Persalinan anjuran atau induksi persalinan dapat dilakukan dengan 3 Metode, Yaitu :

1. Metode stein

Meskipun metode stein sudah ditinggalkan, tetapi untuk pengetahuan Bidan masih perlu diketahui. Jika kehamilan lewat waktu dengan persalinan metode stein akan mendapatkan:

1,2 gr bisulfas kinine
1,4 cc pituirin injeksi
Persalinan denggam metote stein ini sangat berbahaya jjika dilakukan diluar Rumah Sakit karena dapt menyebabkan kontraksi rahim yang kuat sehingga dapat mengancam ketuban pecah saat pembukaan kecil, rupture uteri, dan Gawat janin dalam rahim. Selain itu dikhawatirkan telat merujuk sehingga merugikan pasien.

2. Injeksi oksitosin, pituirin (sintosinoin)

Persalinan anjuran dengan infus oksitosin, pituirin dan sintosion 5 unit dalam 500 cc glukosa 5% banyak digunakan.
Tekhnik induksi dengan infus glukosa lebih sederhana, dan mulai dengan 8 tetes sampai maximal 40 tetes/ menit. Bila dengan 30 tetes kontaksi maksimal telah tercapai, maka tetesan tersebut dipertahankan sampai terjadi persalinan.

3. Memecahkan ketuban

Memecahkan ketuban merupakan salah satu metode untuk mempercepat persalinan. Setelah ketuban pecah, tunggu sekitar 4-6 jam dengan harapan terjadi kontraksi otot rahim. Apabila belum terjadi kontraksi otot rhim dapat diikuti induksi persalinan dengan infus glukosa yang mengandung 5 unit oksitosin.

Tujuan dari Persalinan anjuran yaitu:


  1. Merangsang otot rahim berkontraksi, sehingga persalinan berlangsung.
  2. Membuktikan ketidakseimbangan antara kepala janin dengan jalan lahir.

Dengan menggunakan kriteria bishop sudah dapat diperkirakan keberhasilan persalinan anjuran. Pada nilai total bishop yang rendah harus segera dilakukan bedah sesar (sectio caesaria), karena persalinan dengan induksi tidak akan berhasil. Induksi persalinan yang dipaksakan akan menambah keadaan gawat janin dalam rahim.

Induksi persalinan dilakukan jika terjadi kondisi dimana:


  1. Hamil post term (Lebih bulan)
  2. Kondisi kesehatan ibu yang tidak memadai untuk menunggu proses persalinan alami misalnya ibu dengan PEB atau Eklampsi
  3. KPD (Ketuban Pecah Dini)
  4. Solusio Plasenta dengan janin meninggal

Mengenal Apa Itu Persalinan Buatan, Moms Jaman Now Harus Tau


Menurut DepKes RI tahun 2008 pengertian persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta, dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. Persalinan dimulai (inpartu) sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan menipis).

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, janin turun ke dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban terdorong keluar melalui jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37 – 42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin (Saifuddin, 2008; 100).

Persalinan Buatan adalah persalinan yang berakhir dengan bantuan tenaga dari luar dan diakhiri dengan suatu tindakan. Misalnya terjadinya obstruksi dengan melakukan tindakan forceps atau dengan tindakan bedah sectio caesaria, dan vakum ektraksi.

Mungkin anda juga tertarik dengan artikel berikut ini : Jika Hari Perkiraan Lahir Meleset? Moms Harus Tau apa itu Persalinan anjuran

Vakum Ektraksi

vakum ektraksi
vakum ektraksi

Tindakan Forceps

Tindakan forceps
Tindakan forceps

Persalinan buatan ini mulanya terjadi karena seorang ibu melahirkan secara normal, namun ditengah proses persalinan normal tersebut menjadi persalinan patologi yang menyebabkan ibu harus segera ditangani oleh alat seperti vakum ekstaksi atau forceps untuk segera mengeluarkan janin. Biasanya terjadi karena ibu kelelahan mengedan namun kepala bayi sudah nampak pada jalan lahir.

Adapun penyebab terjadinya persalinan buatan adalah kondisi janin dan ibu hamil itu sendiri seperti: Letak sungsang, riwayat bedah sesar, persalinan lama, panggul sempit, dll.

Bentuk Persalinan

Bentuk persalinan menurut Manuaba (2009; h. 144) adalah:

  1. Persalinan spontan. Bila persalinan berlangsung dengan tenaga sendiri.
  2. Persalinan buatan. Bila persalinan dengan rangsangan sehingga terdapat kekuatan untuk persalinan.
  3. Persalinan anjuran. Yang paling ideal sudah tentu persalinan spontan karena tidak memerlukan bantuan apapun yang mempunyai trauma persalinan yang paling ringan sehingga kualitas sumber daya manusia dapat terjamin.


Mengenal Lebih Jauh Partus Spontan atau Persalinan Spontan

Partus Spontan (Persalinan Spontan)
Ilustrasi Partus Spontan (Persalinan Spontan)

Pengertian

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun ke dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban di dorong keluar melalui jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin (Wiknjosastro 2001).

Persalinan dan kelahiran normal Partus Spontan (Persalinan Spontan) adalah proses lahirnya bayi pada letak belakang kepala yang dapat hidup dengan tenaga ibu sendiri dan uri, tanpa alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam melalui jalan lahir.

Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu. Persalinan dengan kelahiran spontan adalah persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir.

Etiologi

Penyebab pasti partus masih merupakan teori yang kompleks antara lain oleh faktor hormonal, pengaruh prostaglandin, struktur uterus, sirkulasi uterus, pengaruh saraf dan nutrisi, perubahan biokimia antara lain penurunan kadar hormone estrogen dan progesteron. Teori Oxytocin, jika oxytocin bertambah maka akan timbul kontraksi otot-oto rahim, keregangan otot-otot dan pengaruh janin.

Tanda-tanda persalinan

A. Tanda persalinan sudah dekat

1) Terjadi lightening

Menjelang minggu ke–36 pada primigravida terjadi penurunan fundus uteri karena kepala bayi sudah masuk pintu atas panggul yang disebabkan :
  1. Kontraksi Braxton hicks
  2. Ketegangan dinding perut
  3. Ketegangan ligamentum rotandum
  4. Gaya berat janin dimana kepala kearah bawah
  5. Masuknya kepala bayi ke pintu atas panggul dirasakan ibu hamil :
  6. Terasa ringan dibagian atas, rasa sesaknya berkurang
  7. Dibagian bawah terasa sesak
  8. Terjadi kesulitan saat berjalan
  9. Sering miksi (beser kencing)
  10. Terjadinya his permulaan
Pada saat hamil muda sering terjadi kontraksi Braxton hicks dikemukan sebagi keluhan karena dirasakan sakit dan mengganggu terjadi karena perubahan keseimbangan estrogen, progesterone, dan memberikan kesempatan rangsangan oksitosin.
Dengan makin tua hamil, pengeluaran estrogen dan progesterone makin berkurang sehingga oksitosin dapat menimbulkan kontraksi yang lebih sering sebagai his palsu.

3) Sifat his permulaan (palsu)

  1. Rasa nyeri ringan di bagian bawah
  2. Datangnya tidak teratur
  3. Tidak ada perubahan pada serviks atau pembawa tanda
  4. Durasinya pendek
  5. Tidak bertambah bila beraktifitas

B. Tanda persalinan

1) Terjadinya his persalinan , his persalinan mempunyai sifat :

  1. Pinggang terasa sakit yang menjalar ke bagian depan
  2. Sifatnya teratur,interval makin pendek, dan kekuatannya makin besar
  3. Mempunyai pengaruh terhadap perubahan serviks
  4. Makin beraktifitas (jalan) kekuatan makin bertambah

2) Pengeluaran lendir dan darah (pembawa tanda)

Dengan his persalinan terjadi perubahan pada serviks yang menimbulkan :
  1. Pendataran dan pembukaan
  2. Pembukaan menyebabkan lender yang terdapat pada kanalis servikalis lepas
  3. Terjadi perdarahan karena kapiler pembuluh darah pecah

3) Pengeluaran cairan

Pada beberapa kasus terjadi ketuban pecah yang menimbulkan pengeluaran cairan. Sebagian ketuban baru pecah menjelang pembukaan lengkap. Dengan pecahnya ketuban diharapkan persalinan berlangsung dalam waktu 24 jam.

4. Tahap-tahap persalinan

Persalinan dibagi dalam 4 tahap/Kala yaitu :

A. Kala I : dimulai dari saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap (10cm) proses ini terbagi dalam dua fase yeitu :
  1. Fase laten (8 jam) serviks membuka sampai 3 cm
  2. Fase aktif (7 jam) serviks membuka dari 3 sampai 10 cm, kontraksi lebih kuat dan sering selama fase aktif
B. Kala II : dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm) sampai bayi lahir. Proses ini biasanya berlangsung 2 jam pada primi dan 1 jam pada multi.
C. Kala III : dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit.
D. Kala IV : dimulai saat lahirnya plasenta sampai dua jam pertama postpartum.
Ingin baca lebih lanjut mengenai Sebab Mulainya Persalinan dan Tahapan Persalinan

5. Langkah langkah pertolongan persalinan normal

  1. Saat kepala didasar panggul dan membuka pintu dengan crowning sebesar 5 sampai 6 cm peritoneum tipis pada primi atau multi dengan perineum yang kaku dapat dilakukan episiotomi median/mediolateral atau lateral
  2. Episotomi dilakukan pada saat his dan mengejan untuk mengurangi sakit. Tujuan episiotomi adalah untuk menjamin agar luka teratur sehingga mudah mengait dan melakukan adaptasi.
  3. Persiapan kelahiran kepala, tangan kanan menahan perineum sehingga tidak terjadi robekan baru sedangkan tangan kiri menahan kepala untuk mengendalikan ekspulsi
  4. Setelah kepala lahir dengan suboksiput sebagai hipomoklion muka dan hidung dibersihkan dari lender kepala dibiarkan untuk melakukan putar paksi dalam guna menyesuaikan os aksiput kearah punggung
  5. Kepala dipegang sedemikian rupa dengan kedua tangan menarik curam kebawah untuk melahirkan bahu depan, ditarik keatas untuk melahirkan bahu belakang setelah kedua bahu lahir ketiak dikaitr untuk melahirkan sisa badan bayi
  6. Setelah bayi lahir seluruhnya jalan nafas dibersihkan dengan menghisap lendir sehingga bayi dapat bernafas dan menangis dengan nyaring pertanda jalan nafas bebas dari hambatan
  7. Pemotongan tali pusat dapat dilakukan :
  • Setelah bayi menangis dengan nyaring artinya paru-paru bayi telah berkembang dengan sempurna
  • Setelah tali pusat tidak berdenyut lagi keduanya dilakukan pada bayi yang aterm sehingga peningkatan jumlah darah sekitar 50 cc
  • Pada bayi prematur pemotongan tali pusat dilakukan segera sehingga darah yang masuk ke sirkulasi darah bayi tidak terlalu besar untuk mengurangi terjadi ikterus hemolitik dan kern ikterus
     8. Bayi diserahkan kepada petugas untuk dirawat sebagaimana mestinya
     9. Sementara menunggu pelepasan plasenta dapat dilakukan
  • Kateterisasi kandung kemih
  • Menjahit luka spontan atau luka episiotomi

Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Dalam Masa Persalinan


Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Dalam Masa Persalinan
Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Dalam Masa Persalinan

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Angka Kematian Ibu juga merupakan salah satu target yang telah ditentukan dalam tujuan pembangunan millenium yaitu tujuan ke-5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan dicapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi sampai 3/4 resiko jumlah kematian ibu. Dari hasil survei yang dilakukan AKI telah menunjukkan penurunan dari waktu ke waktu, namun demikian upaya untuk mewujudkan target tujuan pembangunan millenium masih membutuhkan komitmen dan usaha keras yang terus menerus (SDKI 2007, Riskesdas 2010, Laporan rutin KIA 2010).


"Banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan, yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, dan bukan karena sebab-sebab lain, per 100.000 kelahiran hidup. Yang dimaksud dengan Kematian Ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh dll" (Budi, Utomo. 1985).

Rumusan


Departemen Kesehatan sendiri menargetkan Angka Kematian Ibu pada 2010 sekitar 226 orang dan pada tahun 2015 menjadi 102 orang per tahun. Untuk mewujudkan hal ini, Depkes sedang menggalakkan program Making Pregnancy Saver (MPS) dengan program antara lain Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Penyebab tingginya AKI di Indonesia adalah disebabkan oleh beberapa faktor:
  1. Rendahnya cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan
  2. Faktor 3 terlalu 4 terlambat
  3. Fasilitas kesehatan yang kurang memadai
  4. Faktor langsung/medis
  5. Faktor tidak langsung
Mengingat peran bidan sangat besar, khususnya dalam upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak keberadaan bidan terutama bidan desa menjadi salah satu tolak ukur kesehatan. Kontribusi bidan untuk menyejahterakan kaum perempuan dalam pencapaian Millennium Development Goals (MDGs), tiga diantaranya terkait dengan kesehatan ibu dan anak.
Asuhan kebidanan pada ibu bersalin merupakan salah satu kompetensi utama bidan, oleh karena itu seluruh bidan diharapkan dapat melaksanakan tugasnya secara profesional dan berkualitas dengan penguasaan ilmu penge¬tahuan dan keterampilan, tanggap terhadap masalah, serta mannpu memenuhi kebutuhan ibu dan bayi.


Pengertian Persalinan

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan atau hampir cukup bulan dan dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lahir lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri) (Manuaba, 1998:157).
Menurut Mochtar (1998:91) Partus normal adalah proses lahirnya bayi dengan letak belakang kepala dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung 24 jam. Sedangkan menurut Prawirohardjo (2002:100) persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun kedalam jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi balk ibu maupun janin.
Dari pendapat para ahli tersebut dikemukakan bahwa persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang cukup bulan, lahir secara spontan dengan presentasi belakang kepala, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput ketuban dari tubuh ibu, tanpa komplikasi baik ibu maupun janin.
Manuaba (1998), mengatakan ada 2 jenis-jenis persalinan, yaitu berdasarkan bentuk persalinan dan menurut usia kehamilan:

Jenis persalinan berdasarkan bentuk persalinan:

1. Persalinan spontan

Adalah proses persalinan seluruhnya berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri. Mengenal lebih lanjut mengenai Persalinan Spontan : Mengenal Lebih Jauh Partus Spontan atau Persalinan Spontan

2. Persalinan buatan

Adalah proses persalinan dengan bantuan tenaga dari luar. Mengenal Lebih Lanjut mengenai Persalinan buatan  : Mengenal Apa Itu Persalinan Buatan, Moms Jaman Now Harus Tau

3. Persalinan anjuran

Adalah bila kekuatan yang diperlukan untuk persalinan ditimbulkan dari luar dengan jalan rangsangan. Mengenal Lebih Lanjut mengenai Persalinan anjuran : Jika Hari Perkiraan Lahir Meleset? Moms Harus Tau apa itu Persalinan anjuran

Jenis persalinan menurut usia kehamilan

1. Abortus

Abortus yaitu Pengeluaran buah kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu atau berat badan janin kurang dari 500 gram

Abortus pun dibagi bagi lagi menjadi beberapa bagian, antara lain :

a. Abortus Komplet
Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari rahim pada kehamilan kurang dari 20 minggu.

b. Abortus Inkomplet
Sebagian hasil konsepsi telah keluar dari rahim dan masih ada yang tertinggal.

c. Abortus Insipiens
Abortus yang sedang mengancam yang ditandai dengan serviks yang telah mendatar, sedangkan hasil konsepsi masih berada lengkap di dalam rahim.

d. Abortus Iminens
Abortus tingkat permulaan, terjadi perdarahan per vaginam, sedangkan jalan lahir masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik di dalam rahim.

e. Missed Abortion
Abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus terlah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 20 minggu dan hasil konsepsi seluruhnya masih dalam kandungan.

f. Abortus Habitualis
Abortus yang terjadi sebanyak tiga kali berturut turut atau lebih.

2. Partus immatur

Pengeluaran buah kehamilan antara usia kehamilan 20 minggu dan 28 minggu atau berat badan janin antara 500 gram dan kurang dari 1000 gram

3. Partus prematur

Pengeluaran buah kehamilan antara usia kehamilan 28 minggu dan < 37 minggu atau berat badan janin antara 1000 gram dan kurang dari 2500 gram.

4. Partus matur atau partus aterm

Pengeluaran buah kehamilan antara usia kehamilan 37 minggu dan 42 minggu atau berat badan janin lebih dari 2500 gram.

5. Partus serotinus atau partus postmatur

Pengeluaran buah kehamilan lebih dari 42 minggu.