Jika Hari Perkiraan Lahir Meleset? Moms Harus Tau apa itu Persalinan anjuran

Persalinan anjuran
Persalinan anjuran

Persalinan anjuran

Pada proses berjalannya persalinan, biasanya terdapat hal-hal yang membuat persalinan normal menjadi persalinan abnormal diantaranya partus lama. Partus lama yaitu fase laten lebih dari 8 jam, persalinan telah berlangsung 12 jam atau lebih bayi belum lahir dan dilatasi serviks di kanan garis waspada pada persalinan fase aktif (Saifuddin, 2005).

Persalinan anjuran adalah persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya tetapi baru berlangsung setelah pemecahan ketuban, pemberian oksitosin atau prostaglandin.

Persalinan Anjuran adalah persalinan yang baru dapat berlangsung setelah permulaannya dianjurkan dengan suatu perbuatan atau tindakan. Misalnya : dengan pemecahan ketuban atau dengan memberi suntikan pitocin, sintosinon.

Mungkin anda juga tertarik dengan artikel berikut ini : Mengenal Apa Itu Persalinan Buatan, Moms Jaman Now Harus Tau

Persalinan anjuran atau induksi persalinan dapat dilakukan dengan 3 Metode, Yaitu :

1. Metode stein

Meskipun metode stein sudah ditinggalkan, tetapi untuk pengetahuan Bidan masih perlu diketahui. Jika kehamilan lewat waktu dengan persalinan metode stein akan mendapatkan:

1,2 gr bisulfas kinine
1,4 cc pituirin injeksi
Persalinan denggam metote stein ini sangat berbahaya jjika dilakukan diluar Rumah Sakit karena dapt menyebabkan kontraksi rahim yang kuat sehingga dapat mengancam ketuban pecah saat pembukaan kecil, rupture uteri, dan Gawat janin dalam rahim. Selain itu dikhawatirkan telat merujuk sehingga merugikan pasien.

2. Injeksi oksitosin, pituirin (sintosinoin)

Persalinan anjuran dengan infus oksitosin, pituirin dan sintosion 5 unit dalam 500 cc glukosa 5% banyak digunakan.
Tekhnik induksi dengan infus glukosa lebih sederhana, dan mulai dengan 8 tetes sampai maximal 40 tetes/ menit. Bila dengan 30 tetes kontaksi maksimal telah tercapai, maka tetesan tersebut dipertahankan sampai terjadi persalinan.

3. Memecahkan ketuban

Memecahkan ketuban merupakan salah satu metode untuk mempercepat persalinan. Setelah ketuban pecah, tunggu sekitar 4-6 jam dengan harapan terjadi kontraksi otot rahim. Apabila belum terjadi kontraksi otot rhim dapat diikuti induksi persalinan dengan infus glukosa yang mengandung 5 unit oksitosin.

Tujuan dari Persalinan anjuran yaitu:


  1. Merangsang otot rahim berkontraksi, sehingga persalinan berlangsung.
  2. Membuktikan ketidakseimbangan antara kepala janin dengan jalan lahir.

Dengan menggunakan kriteria bishop sudah dapat diperkirakan keberhasilan persalinan anjuran. Pada nilai total bishop yang rendah harus segera dilakukan bedah sesar (sectio caesaria), karena persalinan dengan induksi tidak akan berhasil. Induksi persalinan yang dipaksakan akan menambah keadaan gawat janin dalam rahim.

Induksi persalinan dilakukan jika terjadi kondisi dimana:


  1. Hamil post term (Lebih bulan)
  2. Kondisi kesehatan ibu yang tidak memadai untuk menunggu proses persalinan alami misalnya ibu dengan PEB atau Eklampsi
  3. KPD (Ketuban Pecah Dini)
  4. Solusio Plasenta dengan janin meninggal