Sebab Mulainya Persalinan dan Tahapan Persalinan

Sebab Mulainya Persalinan dan Tahapan Persalinan

Menurut Asrinah (2010:3) sebab-sebab mulainya persalinan meliputi:

1. Penurunan hormon progesteron

Pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun menjadikan otot rahim sensitif sehingga menimbulkan his.

2. Keregangan otot-otot

Otot rahim akan meregang dengan majunya kehamilan, oleh karena isinya bertambah maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan isinya atau mulai persalinan.

3. Peningkatan hormon oksitosin

Pada akhir kehamilan hormon oksitosin bertambah sehingga dapat menim¬bulkan his.

4. Pengaruh janin

Hypofise dan kelenjar suprarenal pada janin memegang peranan dalam proses persalinan, oleh karena itu pada anencepalus kehamilan lebih lama dari biasanya.

5. Teori Prostaglandin

Prostaglandin yang dihasilkan dari desidua meningkat saat umur kehamilan 15 minggu. Hasil percobaan menunjukan bahwa prostaglandin menimbul¬kan kontraksi myometrium pada setiap umur kehamilan.

6. Plasenta menjadi tua

Dengan tuanya kehamilan plasenta menjadi tua, Villi corialis mengalami perubahan sehingga kadar progesteron dan estrogen menurun.


Tahapan Persalinan

Menurut Prawirohardjo (1999:182) Tahapan persalinan dibagi menjadi 4 kala, yaitu:

1. Kala I Persalinan

Dimulai sejak adanya his yang teratur dan meningkat (frekuensi dan kekuat-anya) yang menyebabkan pembukaan, sampai serviks membuka lengkap (10cm). Kala I terdiri dari dua fase, yaitu fase laten dan fase aktif.

a. Fase laten

  1. Dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan pembukaan sampai pembukaan 3 cm.
  2. Pada umumnya berlangsung 8 jam.

b. Fase aktif, dibagi menjadi 3 fase, yaitu:

  1. Fase akselerasi
  2. Dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm menjadi 4 cm.
  3. Fase dilatasi maksimal
  4. Dalam waktu 2 jam pembukaan serviks berlangsung cepat dari 4 cm menjadi 9 cm.
  5. Fase deselerasi
  6. Pembukaan serviks menjadi lambat, dalam waktu 2 jam dari pem-bukaan 9 cm menjadi 10 cm.
Pada primipara, berlangsung selama 12 jam dan pada multipara sekitar 8 jam. Kecepatan pembukaan serviks 1 cm/jam (primipara) atau lebih dari 1 cm hingga 2 cm (multipara).

2. Kala II (dua) Persalinan

Persalinan Kala II dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi. Kala II juga disebut sebagai kala pengeluaran bayi. Tanda pasti Kala II (dua) ditentukan melalui pemeriksaan dalam yang hasilnya adalah:

  1. Pembukaan serviks telah lengkap (10cm), atau
  2. Terlihatnya bagian kepala bayi melalui introitus vagina

Proses kala II berlangsung 2 jam pada primipara dan 1 jam pada multipara. Dalam kondisi yang normal pada kala II kepala janin sudah masuk dalam dasar panggul, maka pada saat his dirasakan tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflek menimbulkan rasa mengedan. Wanita merasa adanya tekanan pada rektum dan seperti akan buang air besar. Kemudian perineum mulai menonjol dan melebar dengan membukanya anus. Labia mulai membuka dan tidak lama kemudian kepala janin tampak di vulva saat ada his. Jika dasar panggul sudah berelaksasi, kepala janin tidak masuk lagi diluar his. Dengan kekuatan his dan mengedan maksimal kepala dilahirkan dengan suboksiput dibawah simpisis dan dahi, muka, dagu melewati perineum. Setelah his istirahat sebentar, maka his akan mulai lagi untuk mengeluarkan anggota badan bayi.

3. Kala III (tiga) persalinan 

Persalinan kalla III dimulai segera setelah bayi lahir dan berakhir dengan lahirnya plasenta serta selaput ketuban yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit. Biasanya plasenta lepas dalam 6 sampai 15 menit setelah bayi lahir dan keluar spontan atau dengan tekanan dari fundus uteri (Prawirohardjo, 1999:185).

4. Kala IV (empat) Persalinan 

Kala IV persalinan dimulai setelah lahirnya plasenta sampai 2 jam post partum. 

This Is The Newest Post