Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Dalam Masa Persalinan


Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Dalam Masa Persalinan
Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Dalam Masa Persalinan

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Angka Kematian Ibu juga merupakan salah satu target yang telah ditentukan dalam tujuan pembangunan millenium yaitu tujuan ke-5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan dicapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi sampai 3/4 resiko jumlah kematian ibu. Dari hasil survei yang dilakukan AKI telah menunjukkan penurunan dari waktu ke waktu, namun demikian upaya untuk mewujudkan target tujuan pembangunan millenium masih membutuhkan komitmen dan usaha keras yang terus menerus (SDKI 2007, Riskesdas 2010, Laporan rutin KIA 2010).


"Banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan, yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, dan bukan karena sebab-sebab lain, per 100.000 kelahiran hidup. Yang dimaksud dengan Kematian Ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh dll" (Budi, Utomo. 1985).

Rumusan


Departemen Kesehatan sendiri menargetkan Angka Kematian Ibu pada 2010 sekitar 226 orang dan pada tahun 2015 menjadi 102 orang per tahun. Untuk mewujudkan hal ini, Depkes sedang menggalakkan program Making Pregnancy Saver (MPS) dengan program antara lain Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Penyebab tingginya AKI di Indonesia adalah disebabkan oleh beberapa faktor:
  1. Rendahnya cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan
  2. Faktor 3 terlalu 4 terlambat
  3. Fasilitas kesehatan yang kurang memadai
  4. Faktor langsung/medis
  5. Faktor tidak langsung
Mengingat peran bidan sangat besar, khususnya dalam upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak keberadaan bidan terutama bidan desa menjadi salah satu tolak ukur kesehatan. Kontribusi bidan untuk menyejahterakan kaum perempuan dalam pencapaian Millennium Development Goals (MDGs), tiga diantaranya terkait dengan kesehatan ibu dan anak.
Asuhan kebidanan pada ibu bersalin merupakan salah satu kompetensi utama bidan, oleh karena itu seluruh bidan diharapkan dapat melaksanakan tugasnya secara profesional dan berkualitas dengan penguasaan ilmu penge¬tahuan dan keterampilan, tanggap terhadap masalah, serta mannpu memenuhi kebutuhan ibu dan bayi.


Pengertian Persalinan

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan atau hampir cukup bulan dan dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lahir lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri) (Manuaba, 1998:157).
Menurut Mochtar (1998:91) Partus normal adalah proses lahirnya bayi dengan letak belakang kepala dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung 24 jam. Sedangkan menurut Prawirohardjo (2002:100) persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun kedalam jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi balk ibu maupun janin.
Dari pendapat para ahli tersebut dikemukakan bahwa persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang cukup bulan, lahir secara spontan dengan presentasi belakang kepala, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput ketuban dari tubuh ibu, tanpa komplikasi baik ibu maupun janin.
Manuaba (1998), mengatakan ada 2 jenis-jenis persalinan, yaitu berdasarkan bentuk persalinan dan menurut usia kehamilan:

Jenis persalinan berdasarkan bentuk persalinan:

1. Persalinan spontan

Adalah proses persalinan seluruhnya berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri. Mengenal lebih lanjut mengenai Persalinan Spontan : Mengenal Lebih Jauh Partus Spontan atau Persalinan Spontan

2. Persalinan buatan

Adalah proses persalinan dengan bantuan tenaga dari luar. Mengenal Lebih Lanjut mengenai Persalinan buatan  : Mengenal Apa Itu Persalinan Buatan, Moms Jaman Now Harus Tau

3. Persalinan anjuran

Adalah bila kekuatan yang diperlukan untuk persalinan ditimbulkan dari luar dengan jalan rangsangan. Mengenal Lebih Lanjut mengenai Persalinan anjuran : Jika Hari Perkiraan Lahir Meleset? Moms Harus Tau apa itu Persalinan anjuran

Jenis persalinan menurut usia kehamilan

1. Abortus

Abortus yaitu Pengeluaran buah kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu atau berat badan janin kurang dari 500 gram

Abortus pun dibagi bagi lagi menjadi beberapa bagian, antara lain :

a. Abortus Komplet
Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari rahim pada kehamilan kurang dari 20 minggu.

b. Abortus Inkomplet
Sebagian hasil konsepsi telah keluar dari rahim dan masih ada yang tertinggal.

c. Abortus Insipiens
Abortus yang sedang mengancam yang ditandai dengan serviks yang telah mendatar, sedangkan hasil konsepsi masih berada lengkap di dalam rahim.

d. Abortus Iminens
Abortus tingkat permulaan, terjadi perdarahan per vaginam, sedangkan jalan lahir masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik di dalam rahim.

e. Missed Abortion
Abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus terlah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 20 minggu dan hasil konsepsi seluruhnya masih dalam kandungan.

f. Abortus Habitualis
Abortus yang terjadi sebanyak tiga kali berturut turut atau lebih.

2. Partus immatur

Pengeluaran buah kehamilan antara usia kehamilan 20 minggu dan 28 minggu atau berat badan janin antara 500 gram dan kurang dari 1000 gram

3. Partus prematur

Pengeluaran buah kehamilan antara usia kehamilan 28 minggu dan < 37 minggu atau berat badan janin antara 1000 gram dan kurang dari 2500 gram.

4. Partus matur atau partus aterm

Pengeluaran buah kehamilan antara usia kehamilan 37 minggu dan 42 minggu atau berat badan janin lebih dari 2500 gram.

5. Partus serotinus atau partus postmatur

Pengeluaran buah kehamilan lebih dari 42 minggu.


This Is The Oldest Page